Cerita dan Motivasi Irma Juliana Hasbullah, Alumni Juara Hapalan Hadits STQH Sulawesi Selatan

Sidrap – Perasaan bangga dirasakan oleh Irma Juliana Hasbullah ketika namanya disebut oleh panitia Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) 2023 sebagai juara kategori hafalan 100 hadis dan sanad putri. Ia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan sejumlah perwakilan dari kabupaten lain.

Nantinya, Irma akan mewakili Sulawesi Selatan pada STQH nasional. Pencapaian ini juga menjadi kedua kalinya Irma menjadi juara pada nomor tersebut.

Prestasi ini bukan datang dari proses yang singkat, tamatan tahun 2020 tersebut melalui persiapan khusus selama 3 bulan untuk menghadapi ajang ini. Selain harus melakukan persiapan STQH, Irma juga harus membagi waktunya dengan kesibukannya sebagai mahasiswa Pend. Bahasa Arab di Universitas Negeri Makassar.

“Persiapannya 3 bulan dan prosesnya itu bertahap, jadi saya harus menghapal, murojaah, dan menyetor hapalan,” ungkap Irma kepada pewawancara.

Menariknya, semasa menempuh pendidikan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa (PPUW) alumni angkatan 41 tersebut mengaku tidak pernah ikut serta dalam lomba manapun. Namun, semuanya berubah ketika ia masuk ke perguruan tinggi.

Perempuan kelahiran 5 Juni 2002 tersebut mengaku terdorong untuk mulai menghapal hadis dan mengikuti lomba hapalan karena termotivasi dengan teman-temannya yang sering ikut lomba juga.

“Motivasinya karena teman-teman di lingkunganku. Temanku hafidz sering ikut lomba, 1 juz, 10 juz. Jadi, saya ambil cabang lain biar tidak bersaing dengan teman saya tersebut,” tutur Perempuan yang berasal dari Allakuang tersebut.

Bermula dari motivasi tersebut, Irma akhirnya memulai menghapal hadits. Biasanya, ia mulai menghapal setelah shalat ashar. Setiap harinya, ia mendedikasikan 2 – 3 jam untuk menghapal hadits dan sanad.

“Mulai menghapal (hadits) pas kuliah, lancarkan hapalan ba’da ashar, sekitar 2 sampai 3 jam setiap hari,” tambahnya.

Bermula dari motivasi tersebut, dibarengi usaha tak kenal lelah yang dilakukan Irma secara sabar dan telaten, perempuan yang diterima di Universitas Negeri Makassar melalui jalur SBMPTN tersebut akhirnya bisa mewakili Sidrap pada ajang STQH.

Motivasi bisa datang dari mana saja, termasuk lingkungan pertemanan. Sehingga, berteman dengan orang-orang positif bisa memberikan dampak yang baik pula bagi kita.

Menutup wawancara, Irma berpesan kepada santri PPUW untuk terus belajar dan jangan takut untuk mencoba. Selain itu, ia juga memberikan tips untuk menghadapi lomba seperti yang ia ikuti.

“Terus belajar, jangan berlomba-lomba dalam satu bidang saja, jangan takut mencoba,” tutup Irma menyudahi wawancara tersebut. (jr)

Pewawancara: Putri Bilu Azzahra

Bagikan:

Related Post

Leave a Comment