Ukir Sejarah SNBP MAS PPUW, Salah Satu Santri Diterima di UI

Sidrap – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2025 telah mengumumkan Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa, 18 Maret 2025 . Pada pengumuman tersebut, Salah satu santri kelas XII Madrasah Aliyah (MAS) Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa (PPUW), St. Syuhrah, dinyatakan berhasil menembus SNBP Universitas Indonesia (UI) dengan jurusan Ilmu Komunikasi.

Hasil tersebut disambut dengan perasaan bangga dan menumbuhkan rasa tanggungjawab baru bagi St. Syuhrah.

“Pastinya ada campuran perasaan bangga, lega, dan mungkin sedikit tidak percaya di awal. Setelah semua usaha dan perjuangan selama sekolah, akhirnya bisa masuk UI lewat jalur SNBP. Tapi mungkin ada juga perasaan tanggung jawab baru karena masuk universitas ternama seperti UI pastinya membawa ekspektasi dan tantangan yang lebih besar,”ujar St. Syuhrah.

Syuhrah menambahkan, capaian tersebut berhasil diraih karena bantuan tidak lepas dari pihak orang tua, guru dan juga teman-temannya.

“Keberhasilan saya di SNBP tidak lepas dari peran banyak pihak. Pertama, pastinya karena adanya peran orang tua saya yang selalu menjadi sumber motivasi utama dengan doa dan dukungan dari mereka. Kedua, tak lepas pula dari peran guru – guru di sekolah yang selalu membimbing saya, memberikan arahan akademik, serta membantu saya memahami potensi diri dalam memilih jurusan. Selain itu, Teman-teman saya juga sangat berpengaruh. Mereka selalu memberi semangat dan berbagi pengalaman selama saya berproses. Semua dukungan itu membuat saya selalu yakin dan termotivasi untuk tetap mencoba,”tambahnya.

Syuhrah mengungkap kunci kelulusan di SNBP adalah memfokuskan akademik, pengalaman dan mental. Tak lupa ia menyarankan untuk selalu bekerja keras disertai dengan doa.

“Dalam mempersiapkan diri untuk SNBP dan diterima di UI, saya fokus pada tiga hal utama: akademik, pengalaman, dan mental. Pertama, saya selalu menjaga konsistensi nilai rapor, terutama di mata pelajaran yang relevan dengan Ilmu Komunikasi. Kedua, saya aktif dalam berbagai organisasi dan kompetisi debat untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan public speaking dimana hal tersebut tidak hanya menambah pengalaman tetapi juga memperkuat portofolio saya. Ketiga, saya selalu menjaga motivasi dan mindset positif. Saya percaya bahwa usaha yang konsisten dan strategi yang matang akan membawa hasil terbaik. Alhamdulillah, dengan kerja keras dan doa, saya berhasil diterima di UI,”ungkapnya.

(Husnul)

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment